Tentang Aceh
Kota Banda Aceh merupakan ibukota Provinsi Aceh yang memiliki dimensi pesisir lautan, muara sungai, serta perbukitan yang hijau. Terletak di ujung utara Pulau Sumatera, Kota Banda Aceh memiliki iklim tropis yang hangat dengan semilir angin laut yang khas. Jadi, sebaiknya Anda mengepak pakaian-pakaian berbahan ringan dan nyaman ketika mengunjungi kota ini.
Seperti halnya kota-kota lain di berbagai daerah Indonesia, Kota Banda Aceh memiliki penduduk yang heterogen, meski mayoritas berasal dari suku asli Aceh. Anda bisa menemukan keberagaman sub-suku seperti Aceh Rayeuk, Pidie, hingga pendatang dari suku Jawa, Minang, Arab, dan Tionghoa yang telah lama menetap. Jumlah penduduk di Banda Aceh sendiri sekitar 250 ribu jiwa. Sebagai pusat sejarah Islam di Nusantara, kota ini punya banyak spot yang atraktif bagi turis mancanegara maupun domestik.
Salah satunya adalah Pantai Ulee Lheue yang menjadi obyek wisata kebanggaan masyarakat untuk menikmati senja. Jika mengunjungi Banda Aceh, jangan lupa mencicipi kuliner setempat yang populer, yaitu Mie Aceh alias mie kaya rempah dengan kuah kental. Mie Aceh merupakan sajian mie kuning tebal yang dimasak dengan bumbu kari pedas, dicampur dengan pilihan daging sapi, kambing, atau seafood segar. Rasa rempah yang dominan menjadikan Mie Aceh begitu menggugah selera. Masjid Raya Baiturrahman menjadi landmark kebanggaan warga Aceh sebagaimana Jembatan Ampera bagi warga Palembang.
Diresmikan kembali dengan perluasan modern, masjid ini membentang megah di pusat kota yang menghubungkan sisi sejarah dan religiusitas warga Aceh. Perlu diketahui, ini merupakan salah satu masjid terindah di Asia Tenggara yang tetap berdiri kokoh saat musibah Tsunami melanda. Jika mengunjungi Masjid Raya, sebaiknya datang saat pagi atau sore hari, karena kemegahan payung-payung elektrik yang terbuka akan terlihat sangat indah dan menyejukkan mata.
Rumoh Aceh adalah rumah tradisional tempat tinggal masyarakat Aceh tempo dulu yang sarat akan filosofi. Rumoh Aceh sendiri berarti rumah orang Aceh, di mana bangunannya berbentuk rumah panggung yang ditopang tiang-tiang kayu tinggi dengan atap berbahan rumbia. Salah satu Rumoh Aceh yang masih asli dan terjaga bisa ditemukan di kompleks Museum Aceh, Banda Aceh.
Dulunya, rumah-rumah ini dibangun tanpa menggunakan paku, melainkan menggunakan pasak dan tali pengikat dari rotan. Paduan arsitektur tradisional yang tahan gempa dan ukiran-ukiran khas Aceh menjadikan Rumoh Aceh obyek wisata sejarah yang sangat menarik. Masjid terapung di berbagai kota memang mempesona.
Tapi, ternyata Banda Aceh juga punya masjid yang berada tepat di bibir pantai yang tak kalah cantik, yaitu Masjid Baiturrahim Ulee Lheue. Berlokasi di kawasan pelabuhan, masjid ini menjadi saksi bisu sejarah Tsunami 2004 karena posisinya yang menjorok ke laut namun tetap berdiri tegak. Selain daya tarik lokasinya, masjid ini memiliki keistimewaan arsitektur yang megah dengan menara yang memancarkan cahaya indah di malam hari, menjadi pemandu bagi para nelayan dan kapal yang merapat di pelabuhan.
Akses Ke Aceh
Wisatawan dapat memilih beberapa moda transportasi untuk menuju ke Aceh:
Pesawat
Pesawat atau transportasi udara adalah salah satu cara utama bagi para wisatawan untuk mencapai Aceh yang dilayani oleh Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda.
Bandara
Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda terletak di Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Bandara ini memiliki gedung terminal unik dengan arsitektur menyerupai kubah masjid yang megah dengan fasilitas lengkap mulai dari area check-in yang luas, fasilitas trolley, toilet bersih, mushola, smoking area, hingga lahan parkir yang memadai. Di dalam terminal juga tersedia gerai ATM, kafe yang menyajikan kopi lokal, ruang tunggu VIP, serta gerai yang menjual oleh-oleh khas Serambi Mekkah seperti Kopi Gayo dan Dendeng Aceh bagi para pengguna bandara.
Pajak Bandara
Penumpang dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda akan dikenai pajak atau biaya Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) yang biasanya sudah termasuk (inklusif) dalam harga tiket pesawat yang dibeli oleh penumpang sesuai dengan regulasi penerbangan nasional.
Pesawat yang beroperasi
Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda merupakan gerbang udara utama di Aceh. Selain rute domestik, bandara ini juga melayani rute internasional dan penerbangan haji dengan jadwal yang teratur.
Berikut adalah maskapai yang beroperasi di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda:
- Garuda Indonesia (Domestik)
- Batik Air (Domestik)
- Citilink (Domestik)
- Lion Air (Domestik)
- AirAsia (Internasional – Rute Kuala Lumpur)
- Firefly (Internasional)
- Susi Air (Penerbangan Perintis Regional Aceh)
Visa
Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda melayani penerbangan internasional terbatas. Wisatawan mancanegara dari negara-negara ASEAN umumnya tidak memerlukan visa, sementara untuk negara lain berlaku ketentuan Visa on Arrival (VoA) atau visa elektronik sesuai kebijakan imigrasi Indonesia.
Kapal
Opsi lain bagi Anda yang ingin berwisata menuju Aceh adalah dengan menggunakan jalur laut. Aceh memiliki Pelabuhan Malahayati dan Pelabuhan Ulee Lheue yang merupakan akses laut utama. Kapal penumpang dan feri cepat melayani rute reguler yang menghubungkan Banda Aceh dengan Sabang (Pulau Weh), sementara kapal kargo dan penumpang dari luar provinsi biasanya bersandar di Malahayati (harga tiket feri cepat mulai dari Rp 80.000 hingga Rp 120.000).
Bus
Bagi wisatawan dalam negeri yang ingin melakukan perjalanan ke Aceh melalui jalur darat, tersedia opsi transportasi bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Aceh memiliki terminal utama bernama Terminal Terpadu Batoh yang terletak di pusat kota Banda Aceh.
Beberapa rute bus dan travel yang sering berangkat adalah:
- Rute Medan (Tiket sekitar Rp 200.000 – Rp 350.000, lama perjalanan 10-12 jam)
- Rute Meulaboh (Tiket sekitar Rp 120.000 – Rp 180.000, lama perjalanan 4-5 jam)
- Rute Lhokseumawe (Tiket sekitar Rp 100.000 – Rp 150.000, lama perjalanan 5-6 jam)
- Rute Takengon (Tiket sekitar Rp 150.000 – Rp 200.000, lama perjalanan 7-8 jam)
Jika Anda menginginkan kenyamanan lebih, tersedia Bus Non-Ekonomi (Sleeper Bus atau Double Decker) dengan fasilitas mewah untuk rute Banda Aceh – Medan.
Area Populer di Aceh
Berikut adalah penulisan ulang artikel kawasan populer yang disesuaikan khusus untuk Aceh (Banda Aceh) dengan mengikuti struktur dan susunan yang sama persis:
Peunayong
Kawasan Peunayong terletak tepat di pusat kota Banda Aceh dan termasuk salah satu daerah wisata populer di Aceh. Peunayong memiliki nuansa pecinan tua yang menyenangkan dengan keragaman etnis yang hidup berdampingan sejak zaman kesultanan. Wajar saja, karena kawasan ini populer sebagai pusat perdagangan tertua dengan gaya arsitektur ruko kolonial yang khas bagi para pelancong yang mengunjungi Aceh, maka tak heran Kawasan Peunayong dijuluki China Town-nya Aceh. Selain dipenuhi deretan toko, di Peunayong Anda juga bisa menemukan beragam kafe kopi legendaris, pasar kuliner malam, hingga bangunan ibadah bersejarah yang menawarkan pengalaman wisata multikultural.
Gampong Pande
Gampong Pande adalah salah satu desa di Banda Aceh yang dulunya merupakan pusat industri dan pande besi Kerajaan Aceh Darussalam. Makam para raja dan ulama besar zaman dahulu juga banyak terletak di kawasan ini. Sebelum masa kolonial, Gampong Pande dikenal sebagai pusat produksi koin emas dan kerajinan logam kerajaan tersebut. Namun, kini Gampong Pande lebih populer sebagai kawasan wisata sejarah dan religi yang berlokasi di sepanjang pesisir pantai hingga titik nol kilometer Kota Banda Aceh.
Lhoknga
Berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota Banda Aceh, Lhoknga merupakan kawasan wisata alam dan olahraga air yang nyaman dengan udara sejuk khas pesisir Samudra Hindia. Itu karena Lhoknga berada di garis pantai yang panjang dan dikelilingi oleh perbukitan kapur yang megah. Sejak dulu kawasan ini sudah menjadi daerah favorit warga dan wisatawan untuk berselancar (surfing) karena memiliki ombak yang menantang.
Taman Rekreasi Pantai Lhoknga merupakan salah satu destinasi wisata utama di Aceh. Di area pantai yang luas ini terdapat berbagai fasilitas untuk pengunjung serta area piknik di bawah pohon cemara. Tidak jauh dari pantai itu, Anda juga bisa menemukan lapangan golf yang rindang dan berkunjung ke Tebing Lampuuk yang menawarkan pemandangan laut lepas. Selain kaya akan wisata alam yang menakjubkan, Lhoknga juga menawarkan wisata sejarah lewat bangunan-bangunan yang menjadi saksi bisu Tsunami 2004 seperti Masjid Rahmatullah atau sisa-sisa pabrik semen yang legendaris.
Baiturrahman
Aceh jelas tidak bisa dipisahkan dari kawasan Baiturrahman. Kawasan religi kebanggaan Aceh ini begitu populer di kalangan pelancong dalam negeri maupun mancanegara. Baiturrahman merupakan simbol utama Aceh karena keberadaan Masjid Raya Baiturrahman, membentang di jantung kota sebagai titik nol Banda Aceh, kawasan ini tak pernah sepi dari pengunjung. Baiturrahman merupakan destinasi utama bagi para wisatawan di Aceh yang ingin mencari cinderamata atau kerajinan lokal seperti Kopiah Meukeutop, kain songket Aceh, hingga tas bordir khas yang dijajakan di pasar sekitar masjid.
Ulee Lheue
Berjarak sekitar 5 kilometer dari pusat kota Banda Aceh, Ulee Lheue merupakan kawasan wisata air dan pelabuhan yang nyaman dengan pemandangan laut lepas. Itu karena Ulee Lheue berada di bibir pantai dan menjadi akses utama menuju Pulau Weh (Sabang) melalui jalur laut. Sejak masa Kesultanan Aceh, kawasan ini sudah menjadi gerbang perdagangan internasional dan pertahanan laut yang strategis.
Taman Wisata Ulee Lheue merupakan salah satu destinasi wisata keluarga di Banda Aceh. Di sepanjang jalan tepi pantai ini terdapat berbagai penyewaan perahu bebek serta area bermain anak-anak. Tidak jauh dari pelabuhan itu, Anda juga bisa menemukan jalur pedestrian yang rindang untuk berjalan sore dan berkunjung ke titik evakuasi Tsunami (Escape Building) yang menawarkan pemandangan kota. Selain kaya akan wisata bahari, Ulee Lheue juga menawarkan wisata sejarah lewat situs peninggalan seperti Masjid Baiturrahim yang tetap berdiri tegak saat Tsunami melanda atau sisa-sisa reruntuhan dermaga tua peninggalan Belanda.
Transportasi di Aceh
Berikut transportasi tersebut untuk Kota Banda Aceh dengan opsi transportasi lokal yang relevan:
Taksi
Jika Anda menggunakan Taksi bandara di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, taksi umumnya tidak menggunakan argo tetapi berdasarkan kesepakatan harga atau tarif tetap antar wilayah yang telah ditentukan. Jika Anda menggunakan taksi dari bandara ke pusat kota Banda Aceh, biaya yang harus Anda keluarkan kurang lebih Rp 120.000 hingga Rp 150.000.
Angkot
Anda juga dapat menggunakan angkutan umum yang tersedia di beberapa titik kota, dikenal dengan sebutan Labi-Labi. Namun masyarakat Kota Banda Aceh sudah memiliki transportasi publik modern bernama Trans Koetaradja yang berbentuk bus nyaman dengan rute terjadwal. Tarif Labi-Labi biasa berkisar antara Rp 5.000 – Rp 10.000. Bagi Anda yang baru mendatangi Banda Aceh, Labi-Labi di Aceh banyak yang tidak mencantumkan informasi rute secara mendetail, dan untuk informasi jelasnya, Anda harus bertanya dengan warga sekitar atau petugas yang berada di Terminal Batoh.
Lainnya
Lainnya
Banyak Ojek yang terdapat di Banda Aceh yang siap mengantar Anda sampai ke tujuan. Sedikit tips, jika menggunakan ojek konvensional, Anda harus berani menawar, karena biasanya supir ojek memberikan harga yang cukup tinggi kepada wisatawan. Selain itu, di Banda Aceh kini sudah tersedia berbagai pilihan transportasi tambahan sebagai berikut:
- Ojek Daring (Online): Layanan seperti Grab atau Gojek sudah beroperasi luas dengan harga pasti di aplikasi.
- Becak Motor (Bentor): Transportasi ikonik khas Aceh untuk jarak dekat dengan tarif mulai dari Rp 15.000 (perlu tawar-menawar).
- Trans Koetaradja: Bus Trans ber-AC yang melayani rute utama seperti koridor Bandara – Pusat Kota dan koridor menuju tempat wisata Masjid Raya Baiturrahman.
- Sewa Motor/Mobil: Tersedia di banyak titik dekat penginapan bagi Anda yang ingin lebih fleksibel mengeksplorasi daerah pesisir seperti Pantai Lampuuk.
Tempat Wisata di Aceh
Alam
Lhoknga & Lampuuk
Lhoknga adalah sebuah kecamatan di kabupaten Aceh Besar. Berjarak 30 menit perjalanan dari pusat kota Banda Aceh, Lhoknga terletak di pesisir Samudra Hindia yang juga merupakan tempat wisata dan atraksi selancar bagi wisatawan mancanegara. Objek wisata di kawasan Lhoknga yang sering dikunjungi wisatawan adalah pantai berpasir putih dan tebing kapur. Beberapa pantai yang ada di Lhoknga dan sekitarnya adalah Pantai Lampuuk, Pantai Babah Kuala, Pantai Cemara Lima, Pantai Lhoknga, Pantai Lange, Pantai Tebing Lampuuk, Pemandian Brayeun, dan Air Terjun Suhom.
Pulau Weh (Sabang)
Berada di tengah perairan Selat Malaka, tempat wisata ini menjadi salah satu habitat lumba-lumba dan berbagai jenis terumbu karang. Berjarak sekitar 45 menit menggunakan kapal cepat dari pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh, banyak hal menarik yang dapat Anda temui di pulau ini, seperti ada tugu Nol Kilometer Indonesia dan taman laut yang biasa digunakan untuk diving oleh turis asing. Untuk dapat berkunjung ke Pulau dan menikmati wisata ini, Anda harus membayar tiket kapal sebesar Rp 80.000 – Rp 120.000 tergantung jenis kapal yang digunakan.
Budaya/Sejarah
Kampung Kerajinan Aceh
Di pusat pasar Banda Aceh, Anda bisa menemukan batik motif Aceh dan sulaman bordir yang merupakan ciri khas Aceh. Tempat wisata belanja ini ada di sepanjang Jalan Pasar Aceh, dekat Masjid Raya. Selain membeli, Anda juga bisa melihat proses penenunan kain songket di desa sentra kerajinan. Kerajinan Aceh ini memiliki ciri warna yang tegas seperti merah, kuning, dan hijau. Anda bisa membeli yang masih berbentuk kain atau yang sudah jadi seperti pakaian, tas bordir, kupiah meukeutop, dan selendang.
Wisata Religi
Masjid Raya Baiturrahman
Berada di pusat kota Banda Aceh, Masjid Raya Baiturrahman dibangun kembali pada tahun 1879 – 1881 oleh pihak Belanda sebagai pengganti masjid asli yang terbakar. Masjid ini merupakan masjid terindah dan bersejarah di Aceh. Seperti bangunan megah lainnya, Masjid Raya Baiturrahman berbentuk istana dengan menara-menara tinggi dan payung elektrik khas Madinah. Beberapa bagian dari masjid terlihat mirip dengan arsitektur Mughal di India terutama di bagian kubah-kubah hitamnya yang megah. Hal ini dimungkinkan karena pengaruh arsitektur dunia pada zaman dahulu. Yang unik dari masjid ini adalah keberadaan payung raksasa di halaman yang bisa terbuka dan tertutup secara otomatis.
Masjid Baiturrahim Ulee Lheue
Terletak di tepi pantai Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Masjid Baiturrahim disebut sebagai masjid saksi bisu Tsunami di Aceh. Masjid dengan arsitektur klasik ini mampu menampung ribuan jamaah dan tetap berdiri kokoh saat bangunan di sekitarnya hancur diterjang gelombang. Namanya diambil dari sejarah peninggalan masa kesultanan yang kemudian direnovasi pada masa kolonial. Masjid yang menjadi saksi ketangguhan Aceh ini menjadi salah satu tempat wisata religi yang banyak dikunjungi wisatawan baik dari dalam maupun dari luar negeri untuk mengenang musibah tahun 2004.
Museum
Museum Tsunami Aceh
Jika Anda menyukai situs sejarah modern, maka Museum Tsunami Aceh dapat Anda masukkan ke dalam daftar tujuan wisata Anda di Banda Aceh. Museum yang dirancang oleh Ridwan Kamil ini berada di Jalan Sultan Iskandar Muda, dekat pusat kota. Bergaya bangunan futuristik yang menyerupai kapal, di dalamnya terdapat berbagai koleksi foto perjuangan warga saat bencana melanda dan simulator gelombang. Hal lain yang menarik adalah ruang “Sumur Doa” yang mencantumkan ribuan nama korban tsunami. Karena Aceh merupakan daerah yang paling terdampak saat itu, museum ini dibangun untuk mengedukasi masyarakat sekaligus menjadi monumen peringatan internasional atas kekuatan rakyat Aceh untuk bangkit kembali.
Lainnya
Pusat Kopi Gayo & Souvenir
Terletak di kawasan Peunayong atau sekitar Jalan Teuku Umar, Banda Aceh. Kawasan ini menjadi tempat wisata yang tepat bagi penggemar kopi di Aceh. Aceh dikenal sebagai produsen kopi arabika Gayo terbaik di dunia. Memiliki kualitas dan aroma yang kuat, kopi-kopi di sini sering didatangi pengunjung baik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk dibawa pulang sebagai buah tangan.
Pusat Kuliner Peunayong
Jika ingin menikmati kuliner khas Aceh di satu tempat, Anda bisa datang ke pusat kuliner Banda Aceh yang berada di kawasan Peunayong. Di jalanan yang merupakan bagian dari “China Town” Aceh ini, terdapat banyak kedai makanan yang menjual aneka kuliner khas Aceh seperti Mie Aceh, Ayam Tangkap, Sate Matang, dan Martabak Aceh. Selain itu, ada nasi goreng dhabu-dhabu sebagai variasi dan juga kuliner dari daerah lain yang sudah disesuaikan dengan lidah lokal.
Wisata Kapal di Atas Rumah
Merupakan salah satu tujuan wisata unik di Banda Aceh yang harus Anda kunjungi. Kapal di atas rumah menjadi ciri khas bukti dahsyatnya Tsunami Aceh karena kapal nelayan seberat puluhan ton bisa terdampar di atas rumah warga. Salah satu yang populer adalah yang ada di Kelurahan Lampulo, Banda Aceh. Diperkirakan ada sejak kejadian tahun 2004, situs ini dibiarkan asli apa adanya untuk menunjukkan ketinggian air laut saat itu. Bagi wisatawan yang ingin datang ke tempat ini, Anda disarankan datang pada siang hari untuk melihat detail konstruksi kapal kayu tersebut.
Taman Siring Krueng Aceh
Tempat wisata Banda Aceh yang mengandalkan pemandangan sungai lainnya adalah Taman Siring Krueng Aceh. Berada di sepanjang tepian sungai pusat kota, taman ini menjadi lokasi favorit warga untuk bersantai. Bagi Anda yang menyukai jalan sore, taman ini cocok untuk Anda datangi karena banyak aktivitas menarik seperti memancing atau sekadar duduk di bawah pohon rindang. Jika Anda menyukai suasana tenang, Anda dapat menikmati kopi Aceh yang tersaji di gerai-gerai kecil sepanjang siring sungai.
Taman Putroe Phang
Sesuai dengan namanya, merupakan taman yang memiliki sejarah cinta Sultan Iskandar Muda untuk permaisurinya, Putroe Phang (Putri Pahang). Terletak di pusat kota Banda Aceh, tepatnya dekat Museum Aceh. Taman ini dilengkapi dengan jembatan melengkung (Pinto Khop), Mushola, dan area taman bunga yang asri. Taman ini sangat pas bagi Anda yang menyukai wisata sejarah santai dan jalan sore bersama keluarga di tengah kota.
Kuliner Aceh
Budget
Mie Aceh Titi Bobrok (Cabang)
Lokasi: Jl. Teuku Umar, Setui, Banda Aceh
Menu andalan: Mie Aceh Kepiting/Daging
Jam operasional: 10.00 – 22.00
Range Harga: Rp 20.000 – Rp 50.000
Nasi Gurih Pak Rasyid
Lokasi: Jl. Teuku Hamzah, Kuta Alam, Banda Aceh
Menu andalan: Nasi Gurih (Nasi Lemak khas Aceh)
Jam operasional: 06.00 – 11.00
Range Harga: Rp 15.000 – Rp 25.000
Ayam Tangkap Blang Bintang
Lokasi: Jl. Bandara SIM, Blang Bintang, Aceh Besar
Menu andalan: Ayam Tangkap khas Aceh
Jam operasional: 10.00 – 21.00
Range Harga: Rp 30.000 – Rp 60.000
Rumah Makan Hasan
Lokasi: Jl. Laksamana Malahayati, Banda Aceh
Menu andalan: Sie Reuboh (Daging Rebus khas Aceh)
Jam operasional: 09.00 – 21.00
Range Harga: Rp 25.000 – Rp 50.000
Sate Matang Yaimiyah
Lokasi: Jl. Rex Peunayong, Banda Aceh
Menu andalan: Sate Matang kuah soto
Jam operasional: 16.00 – 00.00
Range Harga: Rp 30.000 – Rp 45.000
Bakso Lapangan Tembak Aceh
Lokasi: Jl. Sri Ratu Safiatuddin, Peunayong, Banda Aceh
Menu andalan: Bakso Urat dan Mie Ayam
Jam operasional: 10.00 – 22.00
Range Harga: Rp 20.000 – Rp 40.000
Menengah
Rumah Makan Spesifik Aceh Bu Si Itik
Lokasi: Jl. Teuku Umar, Banda Aceh
Menu andalan: Sie Itik (Bebek masak merah/putih)
Jam operasional: 10.00 – 22.00
Range Harga: Rp 45.000 – Rp 90.000
Rumah Makan Banda Seafood
Lokasi: Jl. Ulee Lheue, Banda Aceh
Menu andalan: Ikan bakar dan Udang Asam Keu’eung
Jam operasional: 10.00 – 22.00
Range Harga: Rp 50.000 – Rp 150.000
Mewah
Kyriad Muraya Hotel Restaurant
Lokasi: Jl. Tengku Moh. Daud Beureueh, Banda Aceh
Menu andalan: International & Acehnese Fine Dining
Jam operasional: 24 Jam
Range Harga: Rp 100.000 – Rp 350.000
Hermes Palace Hotel Restaurant
Lokasi: Jl. Panglima Nyak Makam, Banda Aceh
Menu andalan: Premium Steak & Seafood Buffet
Jam operasional: 06.00 – 23.00
Range Harga: Rp 150.000 – Rp 450.000
Parkside Gayo Petro Restaurant
Lokasi: Area Dataran Tinggi Gayo (Takengon/Banda Aceh)
Menu andalan: Fusion Gayo Menu
Jam operasional: 07.00 – 22.00
Range Harga: Rp 80.000 – Rp 250.000
Cafe & Pastry
Solong Coffee (Ulee Kareng)
Lokasi: Jl. T. Iskandar No. 13, Banda Aceh
Jam operasional: 06.00 – 23.00
Range Harga: Rp 10.000 – Rp 35.000
Dhapu Kopi
Lokasi: Jl. Teuku Umar, Simpang Jam, Banda Aceh
Jam operasional: 07.00 – 00.00
Range Harga: Rp 15.000 – Rp 45.000
Pole Kopi
Lokasi: Jl. Dr. Mr. Mohd Hasan, Banda Aceh
Jam operasional: 09.00 – 23.00
Range Harga: Rp 20.000 – Rp 50.000
Dessert
Es Campur Jenny (Peunayong)
Lokasi: Kawasan Kuliner Rex Peunayong, Banda Aceh
Range harga: Di bawah Rp 25.000
Jam operasional: 16.00 – 23.00
Toko Roti fadhil
Lokasi: Jl. Teuku Umar, Banda Aceh
Range harga: Rp 5.000 – Rp 60.000
Jam Operasional: 08.00 – 22.00
Roti Cane Mamak
Lokasi: Jl. Sri Ratu Safiatuddin, Banda Aceh
Range harga: Rp 15.000 – Rp 40.000
Jam Operasional: 10.00 – 22.00
Hotel di Aceh
Budget
Ada banyak pilihan hotel murah di Banda Aceh untuk para backpacker atau wisatawan yang hanya datang untuk transit. Tidak perlu khawatir, sebagian besar hotel murah ini tetap dilengkapi fasilitas dan pelayanan yang memuaskan. Beberapa pilihannya antara lain:
- Hotel Prapat (Kawasan Peunayong)
- Hotel Wisata (Dekat Masjid Raya)
- Oyo 854 Hotel Syariah
- RedDoorz Syariah dekat Simpang Lima
Menengah
Wisatawan yang menginginkan kenyamanan lebih dapat memilih hotel bintang dua dan hotel bintang tiga di Banda Aceh. Umumya hotel-hotel ini menawarkan kamar mandi dalam dan perlengkapan mandi di setiap kamarnya. Beberapa pilihannya antara lain:
- Hotel 88 Banda Aceh
- Hotel Grand Permata Hati
- Hotel Permata Hati
- Grand Arabia Hotel
Mewah
Terdapat banyak pilihan hotel bintang 4 dan hotel bintang 5 di Banda Aceh untuk wisatawan yang menginginkan kesempurnaan dalam fasilitas dan layanan. Ranjang premium, sarapan kreasi chef serta beragam fasilitas pendukung lainnya dapat Anda temui pada hotel-hotel mewah ini. Beberapa pilihannya antara lain:
- Hermes Palace Hotel (Satu-satunya Bintang 5 di Aceh)
- Kyriad Muraya Hotel Aceh (Bintang 4 Terpopuler)
- The Pade Hotel
- Parkside Gayo Petro
Catatan Penting
Berikut adalah poin-poin tips praktis untuk pengunjung yang ingin berwisata ke Banda Aceh:
1. Cek Rute Jalanan
Pastikan Anda mengetahui tujuan dan jalan menuju tempat wisata yang ingin Anda kunjungi agar tidak tersasar dan tertipu oleh supir taksi atau becak motor yang nakal. Bawa map atau GPS jika memang diperlukan untuk mencari alamat atau tempat wisata, terutama saat menuju area pesisir seperti Pantai Lampuuk atau situs sejarah Kapal di Atas Rumah.
2. Nikmati Kuliner Khas
Memiliki banyak makanan khas, jika Anda merupakan pecinta kuliner, sempatkan untuk mencicipi mie aceh, ayam tangkap, dan sate matang, Anda dapat menjumpai masakan khas Banda Aceh tersebut dengan mendatangi pusat kuliner yang berada di sekitar kawasan Peunayong atau pusat kopi di Ulee Kareng.
3. Membuat list tempat wisata
Banda Aceh memiliki macam-macam pilihan obyek wisata yang beragam mulai dari pantai, situs tsunami, hingga wisata religi. Bagi para wisatawan yang ingin bepergian ke Banda Aceh, buatlah perencanaan dan tulislah keperluan Anda selama bepergian agar Anda tidak kebingungan menentukan tujuan berlibur antara mengunjungi Museum Tsunami Aceh atau berwisata religi di Masjid Raya Baiturrahman.
Tambahan Tips Lokal:
- Hormati Syariat Islam: Gunakan pakaian yang sopan dan tertutup saat mengunjungi tempat umum, terutama area ibadah.
- Waktu Shalat: Perlu diketahui bahwa sebagian besar toko dan tempat makan akan tutup sementara saat waktu shalat tiba, terutama saat Maghrib dan shalat Jumat.
- Siapkan Uang Tunai: Meskipun sistem digital mulai berkembang, beberapa warung kopi lokal dan transportasi becak motor masih lebih nyaman menggunakan transaksi tunai.